Selasa, 25 Desember 2012

SEJARAH PERTANIAN ORGANIK

assalamualaikum,, pagi sahabat blogger , wah gak terasa kita akan memasuki tahun 2013 semoga sahabat2 blogger tetap sehat y dengan banyak olahraga dan makan secara teratur, yah kalau ada uang lebih sih jual lupa beli susu hihihihi karena manfaat dari susu sangat baik bagi pertumbuhan, y wes lh itu intermezzo saja ..
nah, disini saya memberikan informasi maupun pengetahuan mengenai Sejarah pertanian organik....
kira-kira siapa y pelopor pertanian organik ....???
hhmmm.....semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat blogger dalam menambah pengetahuan mengenai sejarah pertanian organik ,,,,,

Sejarah pertanian Organik


Artikel ini berbagi mengenai orang yang menjadi pelopor Pertanian Organic Dunia. Dia lah yang pertama kali memperkenalkan pertanian organik modern. Berbagai pengetahuan dan teknik - teknik yang dibagikan nya mengenai pertanian organik dalam buku nya telah menginspirasi banyak orang yang  untuk menerapkan pertanian organik.

Siapa dia  ?
Sir Albert Howard (8 Desember 1873 - 20 Oktober 1947) adalah seorang ahli pertanian yang berkebangsaan inggris, pelopor dari pertanian organik, dan tokoh utama dalam awal gerakan organik. Dia dianggap oleh banyak orang di dunia sebagai bapak pertanian organik modern.

Kehidupan
Albert Howard lahir di Bishop Castle, Shropshire. Ia adalah anak dari seorang petani Richard Howard, dan Ann Howard, Kilvert nee. Ia dididik di Perguruan Tinggi Wrekin, Royal College of Science, South Kensington, dan sebagai Yayasan Scholar, College St John, Cambridge. Pada tahun 1896, ia lulus dari sekolah ilmu Pengetahuan Alam di Cambridge, di mana ia juga memperoleh Diploma Pertanian pada tahun 1897.
Pada 1899, dia mengajar di ilmu Pertanian di Harrison College, Barbados, dan pada tahun 1899 dan 1902, dia adalah seorang dosen ahli mikologi dan dosen pertanian di departemen Pertanian untuk pemerintah Hindia Barat. Dari 1903 - 1905, ia yang seorang ahli pertanian berangkat ke bagian tenggara, sekolah tinggi pertanian, Wye. Di tahun 1905 -1924, ia menjadi seorang Agro Ekonomi di Pemerintah India. Pada tahun 1914, ia mendirikan Companion of the Indian Empire (C.I.E.), dan menerima Medali Perak dari Royal Society of Arts pada tahun 1920. Dari 1924 - 1931, Howard adalah Direktur Institut Tanaman Industri, Indore, dan penasehat pertanian Amerika di India Tengah dan Rajputana. Ia diangkat menjadi anggota dari Royal Asiatic Society 1928, dan pada tahun 1930 menerima Medali Memorial Barcla. Dia anugerahi gelar Kebangsawanan pada tahun 1934, dan menjadi anggota kehormatan dari Imperial College of Science di tahun 1935.

Thomas Igo Udak: Mereka Panggil Saya Petani Gila




Thomas Igo Udak: Mereka Panggil Saya Petani Gila




DI era 1980-an, wilayah Desa Paubokol, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum banyak dihuni warga. Perbukitannya tandus dan hanya ditumbuhi rumput ilalang dan tanaman perdu untuk menahan terik matahari. Lahan itu dinilai petani terlalu tandus untuk bercocok tanam.

Kondisi gersang memaksa warga bermigrasi ke kota lain. Tetapi, kini lahan tandus itu sudah berubah menjadi hutan jati. Semua berkat kerja keras Thomas Igo Udak. 
Pemuda kelahiran Uruor, 7 Maret 1963, itu kembali ke Desa Paubokol setelah mengecap pendidikan di Flores. Thomas pergi meninggalkan desanya untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Teknik Menengah (STM) Bina Kusuma Ruteng, Kabupaten Manggarai. 
Di Flores yang relatif subur, Thomas melihat kondisi sejumlah petani terutama di Desa Mano, Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kebun cengkih dan mampu menghidupi keluarga mereka secara layak. Melihat itu, Thomas yang bercita-cita menjadi arsitek mengubah niatnya. 
"Saat itu saya melihat ada kecocokan antara Desa Mano dan desa saya, Paubokol. Tetapi pertanyaannya, bagaimana mungkin petani di sini mampu membuat rumah yang bagus dan menyekolahkan anak-anak mereka hingga sarjana, sedangkan di kampung saya tidak bisa?" ujar Thomas retoris. 
Terinspirasi Pastor Wesser, pengajar di STM Bina Kusuma yang membiayai gereja di Manggarai dengan menanam ribuan pohon cengkih dan berbagai jenis tanaman kayu-kayuan lain, Thomas menapaki jejaknya. "Sejak Pastor Wesser asal Belanda itu berhasil menanam cengkih, seluruh biaya dari negerinya diputus total karena pembiayaan di paroki tersebut hanya bertumpu dari hasil menjual cengkih dan jati di wilayah tersebut," kata Thomas. 

Puas menimba ilmu, Thomas yang baru lulus STM pada 1986 itu membulatkan tekad kembali ke kampung halamannya. Ia ingin merubah lahan tidur di desanya. 
"Saya sangat ingin mengubah tanah-tanah saya di desa yang dibiarkan telantar menjadi lahan tidur dan hanya ditumbuhi semak belukar yang kering kerontang," ujarnya. 
Thomas mengaku tanah warisan orangtuanya banyak. Tetapi tidak banyak digarap oleh keluarganya. Keluarganya ingin menanam sayur, ubi, pisang, padi, dan jagung, tetapi wilayah itu kurang mendukung niat mereka untuk bertani. 
"Prinsip mereka tanam sayur mayor, ubi, pisang lebih cepat menghasilkan uang untuk bisa biayai kebutuhan makan sehari-hari," kata Thomas.

Pohon jati 
Saat Thomas kembali dari Manggarai, di desanya sudah memasuki musim penghujan. Ia mulai menanam pohon jati di belakang rumahnya. 
Warga desa disibukkan menanam padi, jagung, ubi-ubian, dan sayur-mayur, namun tidak demikian dengan Thomas. Pemuda itu sibuk memikul anakan pohon jati dari Waikomo yang berjarak 6 km dari desanya. Semua anakan jati itu dibawa Thomas dengan berjalan kaki di bawah guyuran hujan lebat menuju rumahnya. 
"Sehari saya bisa bolak-balik untuk memikul anakan jati empat kali sehingga kerabat dan saudara-saudara sekampung saya bilang, Thomas sudah gila. Mereka heran karena saya bukannya tanam ubi, jagung, atau padi seperti yang mereka lakukan. Justru mereka menilai saya sudah gila karena akan makan daun jati," kata Thomas menirukan cibiran warga desa saat itu. 
Penghinaan itu tidak Thomas acuhkan. Ia tetap fokus menghijaukan lahan gersang tersebut. Thomas teringat apa yang dikatakan Pastor Wesser, "Kalau mau sukses, fokus dan tanam dalam jumlah besar. Jangan kerja tanggung-tanggung." Kalimat itu terus-menerus menyemangati Thomas menanami kebun warisan keluarganya. "Karena saya harus membuktikan kepada warga desa bahwa saya benar-benar waras, ingin mengubah lahan tandus dan kering ini dengan hutan jati yang tidak saja menyuplai oksigen untuk manusia, tetapi juga mengubah keadaan gersang menjadi lebih sejuk. Terus terang saat itu saya tidak bermimpi menjadi kaya dengan kayu jati yang saya tanam ini." 
Mulai dilirik 
Seiring waktu, kayu-kayu yang ditanamnya mulai dilirik pemerintah setempat sebagai sampel pengolahan lahan tidur, dan banyak orang ingin membeli pohon-pohon jati yang ditanam. "Karena sudah banyak yang berkurang, saya mencari lahan baru untuk ditanami setiap musim hujan tiba," ujarnya.  Thomas awalnya hanya menanam di lahan seluas 1 hektare. Karena banyak permintaan kayu jadi, ia kemudian meminta bantuan warga. Ia menggunakan tenaga warga desa untuk menanam lebih banyak lagi kayu jati di lahan kebun miliknya. 

"Saya bayar tenaga per hari Rp30 ribu. Kerabat dan warga desa tidak keberatan bekerja membantu menanam jati di kebun-kebun saya karena mereka ingin dapat uang upah harian. Bagi saya menanam itu menabung," kata Thomas. 
Berkat usaha swadayanya itu, kini sedikitnya 20 hektare lahan dipadati tanaman jati yang sebagian besar sudah dipanen. Bukan semata pohon jati yang ditanam, melainkan juga pohon mahoni. 
"Menurut penelitian ahli tanaman, pohon jati sangat mengisap air, maka saya selingi dengan tanam mahoni karena sifat mahoni ialah menampung air," ujarnya menirukan saran para ahli tanaman komoditas dalam kesempatan kunjungan mereka ke lahan jati yang sudah bisa ditanami. 
Berkat kegigihan menghutankan lahan tidur di wilayahnya, suami Maria Kewa Wutun itu meraih berbagai penghargaan di bidang lingkungan hidup. Antara lain penghargaan dari Bupati Lembata pada 2004 dan penghargaan Penghijauan Swadaya kategori perorangan tingkat Kabupaten Lembata. 
Tidak hanya itu, pada 2006 Gubernur NTT Piet Alexander Tallo menganugerahkan penghargaan sebagai pengelola lingkungan (kalpataru) tingkat provinsi karena telah melaksanakan penghijauan pada lahan kritis secara swadaya. 
Di tahun yang sama, Thomas meraih penghargaan Kalpataru kategori terbaik pertama nasional bidang penghijauan dan konservasi alam dari Departemen Kehutanan RI. 
Thomas berharap pemerintah harus memotivasi warga Lembata untuk terus menanam. Pasalnya Lembata yang masih kering dan panas itu hanya mampu disejukkan dengan menanam dan menanam. 
"Kalau dapat, pemerintah kabupaten, provinsi, dan Indonesia secara umum menirukan gaya Raja Thailand, yang menghadiahi warganya dengan berbagai jenis tanaman dalam setiap kunjungannya, untuk memotivasi warga tanam dan tanam karena dengan menanam kita juga sedang menabung," ujar Thomas antusias.(M-5)
sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/05/353353/270/115/Mereka-Panggil-  Saya-Petani-Gila


Manfaat Minum Susu Bagi Anak-anak dan Dewasa


Susu dibutuhkan untuk memenuhi nutrisi anak. Tak hanya untuk pemenuhan nutrisi, susu juga dibutuhkan anak untuk menjaga kesehatannya hingga dewasa. Berikut ini keuntungan membiasakan si kecil minum susu sejak dini. 

Tulang Sehat : Susu dan produk olahan susu adalah penyedia kalsium, fosfor, magnesium, dan protein, yang masing-masing esensial untuk pertumbuhan serta perkembangan tulang yang sehat. Minum susu sejak kecil dan sepanjang hidup bisa membantu membuat tulang kuat dan memproteksinya dari berbagai penyakit, seperti osteoporosis (tulang keropos) hingga lanjut usia.

Gigi Sehat : Jumlah kalsium dan fosfor yang ada dalam produk susu juga baik untuk perkembangan dan menjaga kesehatan gigi. Dengan minum susu, gigi akan terlindungi dari ancaman kerusakan gigi akibat asam mulut. Ini bisa terjadi berkat kandungan casein yang berlaku sebagai lapisan tipis pelindung enamel.

Obesitas : Mereka yang sering minum susu dan makanan olahan susu bisa mempertahankan bentuk tubuh yang ideal.Minum susu dan makan produk olahan susu sebagai bagian dari diet dengan kalori terkontrol diketahui mampu mengurangi berat badan, terutama di sekitar perut. Mekanismenya memang
belum terlalu jelas, namun tampaknya berkaitan dengan jumlah kalsium yang terkandung dalam susu dan produk olahannya. Ternyata mitos yang mengatakan minum susu bikin gemuk tak benar, asal minum susu masih dalam jumlah yang wajar dan tepat. Jadi, supaya bahaya obesitas tidak mengintai si kecil, biasakan si kecil minum sususejak dini, ya.

Mencegah resiko Diabetes Tipe 2 : Studi mengungkapkan, minum susu rendah lemak secara rutin bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2. Penyakit diabetes type 2 saat ini sudah banyak menghinggapi anak-anak. Dengan jumlah dan kadar yang tepat bisa membantu menjaga si anak jauh dari penyakit ini. Diperkirakan, hubungan antara mengkonsumsi susu dan menurunnya risiko diabetes tipe 2 adalah karena adanya kandungan kalsium dan magnesium dalam susu, atau bisa pula karena produk olahan susu memiliki indeks glikemik yang rendah, yang artinya bisa mengkontrol level gula darah.

Cairan Tubuh : Sering kita dengar, untuk terus menjaga hidrasi tubuh, disarankan untuk minum air setidaknya 6-8 gelas per hari. Dalam keadaan dehidrasi, kita akan merasa sulit berkonsentrasi dan kehilangan daya mengingat, mudah marah, serta tak enak badan. Minum susu adalah salah satu alternatif terbaik untuk menghidrasi tubuh. Satu penelitian terkini dari Amerika mengatakan, minum susu cokelat membantu mengisi kembali cairan tubuh setelah lelah beraktivitas. Jadi, jangan lupa untuk menyiapkan susu untuk si kecil setiap ia usai beraktivitas, ya.